Javascript Menjaga Shalat, Shalat khusyuk Ali bin Abi Thalib | Jawab

Today's Headline

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Menjaga Shalat, Shalat khusyuk Ali bin Abi Thalib

Posted by On April 25, 2019


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”  Dalam riwayat lainnya, ”Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula.

Masih ingat dengan hadits tersebut? di katakan bahwa amalan yang pertama kali di hisab adalah shalat. Shalat yang bagaimana kah yang di katakan di terima oleh Allah SWT? Shalat yang di terima adalah shalat yang khusyuk. Di sini saya akan berbagi cerita tentang shalat khusyuk sahabat Rasulullullah SAW yakni Ali bin Abi Thalib.
Mau membacanya, yuk kita pelajari bersama-sama.


Suatu ketika Rasulullah SAW sedang berkumpul bersama dengan para sahabat dalam suatu majelis Ilmu. Tiba-tiba, datang seorang Badui ikut bergabung dalam majelis tersebut. Rasulullah SAW kemudian bertanya kepada Badui tersebut, "Adakah yang ingin kamu tnyakan kepadaku?"

Merasa mendapatkan kesempatan, orang Badui tersebut kemudian berkata, " wahai Rasulullah, sebagai umat Islam kita di wajibkan menunaikan shalat fardhu lima waktu. Tentunya shalat tersebut harus di kerjakan dengan cara yang khusyuk. Akan tetapi, setiap kali aku menjalankan shalat, hati ku selalu teringat dengan urusan dunia. Apakah shalat yang seperti ini di terima Allah SWT?"

" Tidak syah" Ali bin Abi Thalin yang hadir dalam majelis tersebut kemudian tiba-tiba menjawab sebelum Rasulullah SAW menjawab pertanyaan Badui tersebut. Meskipun demikian, Rasulullah tidak marah baik kepada Badui atau Ali bin Abi Thalib.

"Wahai Ali, apakah kamu sanggup mengerjakan shalat dua rakaat secara khusyuk tanpa terganggu oleh bisikan-bisikan duniawi? jika sanggup, kamu akan aku beri surban. Kamu boleh memilih surban buatan Syam atau Yaman," kata Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib.

"Sanggup ya Rasulullah," kata Ali bin Abi Thalib. Lalu kemudian beliau berwudhu dengan sempurna, kemudian mengerjakan shalat di hadapan Rasulullah SAW, para sahabat dan si Badui. Setelah mengerjakan shalat, ia di tanya oleh Rasulullah SAW, "Wahai Ali, apa yang kamu rasakan saat mengerjakan shalat tadi?"


Ali menjawab, "Wahai Rasulullah, pada rakaat pertama, aku benar-benar dapat mengerjakan shalat dengan khusyuk. Tidak ada yang terlintas dalam benakku, kecuali Allah SWT. Akan tetapi, ketika sampai tahiyat akhir, aku teringat hadiah yang engkau janjikan."

Setelah itu, Rasulullah SAW bersabda, "Kerjakan shalat fardhu dan janganlah kalian berbicara saat mengerjakan shalat. Sebab, Allah SWT tidak menerima shalat yang tercampur dengan urusan duniawi. Jika masih ada urusan-urusan duniawi yang terlintas dalam benak kalian maka bacalah istighfar setelah mengerjakan shalat."

Semoga kita dapat memetik hikmah dari Kisah tersebut, semoga kita bisa melaksanakan Shalat khusyuk sehingga amalan Shalat kita di terima Allah SWT dan menjadikannya pahala. Aamiin

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »