Javascript Adab Berdebat Menurut Islam | Jawab

Today's Headline

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Adab Berdebat Menurut Islam

Posted by On Juni 11, 2019




Adab Berdebat Menurut Islam. Pernahkah Anda berdiskusi tentang calon presiden & calon wakil presiden, santai saja, dulu, berapa lama Anda bersikeras satu sama lain dan akhirnya bertarung? Wow ... jika diskusi seperti ini berakhir, itu tidak akan sehat. Persaudaraan bisa retak, pertemanan bisa saling menjauh, persahabatan terputus, akhirnya tidak saling menyapa jika bertemu. Sebenarnya dalam Islam ada sopan santun dalam diskusi.

Diskusi dalam Islam disarankan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan atau memiliki dampak yang baik pada semua pihak. Diskusi tidak hanya menjadi ajang saling transfer pengetahuan tetapi juga memperkuat persahabatan, bukan sebaliknya. Berikut ini adalah beberapa diskusi yang baik dan benar menurut Islam;

Mulai & Akhiri Diskusi dengan Menyebut Nama Tuhan

Agar hati kita tenang dan membawa suasana positif dalam diskusi, terutama dalam diskusi formal, jangan lupa untuk menyapa dan memberi nama Allah di awal dan akhir diskusi.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
"Hanya untuk Engkau kami sembah dan hanya untuk Engkau kami meminta bantuan" (Surat Al-Fatihah: 4).

Katakan dengan kelembutan

Intonasi suara sangat penting dalam diskusi. Jika dalam mendiskusikan suara-suara kita itu terdengar seperti amarah, pasti orang yang mendengarkan malas menanggapi. Pertahankan intonasi suara Anda meskipun kami sebenarnya sedikit emosional.

Allah berfirman yang artinya :
Maka itu karena rahmat Allah bahwa kamu lembut terhadap mereka. Jika kamu susah lagi, berhati-hati, pasti mereka akan menjauhkan diri dari lingkunganmu. Karena itu, maafkan mereka, minta maafkan mereka dan konsultasikan dengan mereka dalam "Jika demikian, maka jika Anda telah memutuskan, maka percayakanlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya." [Ali 'Imrân / 3: 159].

Saling Bersimpati Tidak saling Menjatuhkan

Perkuat niat teman Anda dalam membahas untuk tidak menjatuhkan atau mempermalukan lawan Anda, tetapi untuk mencapai kesepakatan atau setidaknya masing-masing mendapatkan pengetahuan baru.

Setelah membahas saling memaafkan

Mungkin bagi kita untuk mendiskusikan bahwa kita tidak sadar mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan lawan kita. Karena akan lebih baik setelah membahas waktu untuk saling memaafkan.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »